Rabu, 28 April 2021

 APENDISITIS

Apendisitis adalah infeksi pada apendik karena tersumbatnya lumen oleh fekalit (batu feses), hiperplasi jaringan limfoid, dan cacing usus. Penyakit ini dapat mengenai semua umur tetapi paling banyak ditemukan pada usia 20-30 tahun, walaupun jarang ditemui diatas 65 tahun tetapi sering berakibat pada apendisitis perforasi. Resiko seseorang terkena apendisitis akut sepanjang hidupnya sekitar 6-9% (Prytowsky, 2005; Andersson, 2007). Angka insiden apendisitis akut paling banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan 1,4: 1 (Froggatt dan Harmston, 2011).





 Pembatasan Ciran Pada pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK)

Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan keadaan dimana terjadi penurunan fungsi ginjal yang cukup berat secara perlahan-lahan (menahun). Penyakit GGK disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal. Penyakit ini bersifat progresif dan biasanya tidak bisa pulih kembali (irreversible) (Suwitra, 2006).

Salah satu intervensi yang diberikan kepada penderita hemodialisa adalah pembatasan asupan cairan. Tanpa adanya pembatasan asupan cairan, akan mengakibatkan cairan menumpuk dan akan menimbulkan edema di sekitar tubuh. Kondisi ini akan membuat tekanan darah meningkat dan memperberat kerja jantung. Penumpukan cairan juga akan masuk ke paru-paru sehingga membuat pasien mengalami sesak nafas. Secara tidak langsung berat badan pasien juga akan mengalami peningkatan berat badan yang cukup tajam, mencapai lebih dari berat badan normal (0,5 kg /24 jam) (Brunner & Suddart, 2002; Hudak & Gallo, 2006).





 


Dipsnea

Dypsnea adalah suatu kondisi dimana tidak seimbangnya pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam paru paru yang dapat menyebabkan pendeita mengalami sesak nafas (Brunner dan Suddarth, 2013).